Sabtu, 2 Mei 2026

Prabowo Subianto di APEC 2025: Lawan Pebisnis Serakah

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT APEC 2025 di Korea Selatan.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC 2025 di Korea Selatan. Foto: Dok. BPMI Setpres
Advertisement

Jakarta, MediaPalu – Presiden Republik , Prabowo Subianto, di APEC 2025 menegaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan serius dari praktik bisnis rakus dan korupsi. Ia menyebut upaya melawan pebisnis serakah penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang adil bagi seluruh rakyat.

“Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita,” tegas Presiden Indonesia di hadapan para pemimpin APEC, Jumat, 31 Oktober 2025.

Menurut , dalam menghadapi ancaman itu, Indonesia mengutamakan strategi multilateral dan kerja sama nyata antarnegara. Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat pemberdayaan UMKM dan koperasi, agar ekonomi rakyat tumbuh dan terhubung dalam rantai nilai global.

Ia juga menyampaikan langkah nyata yang telah dilakukan Indonesia melalui program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta peningkatan akses digital dan keuangan yang membantu usaha kecil masuk ke rantai nilai global.

“Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini untuk memberdayakan usaha kecil, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang berkelanjutan,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  Udang Vaname Parigi Moutong Dorong Ekonomi Pesisir Nasional

Pengalaman Indonesia menghadapi korupsi dan praktik bisnis rakus, tambahnya, menempatkan negara sebagai penghubung antara ekonomi maju dan berkembang. Posisi strategis ini memungkinkan Indonesia menjadi jembatan dalam menghadapi risiko global dan ketidakpastian ekonomi.

Advertisement

Lebih jauh, Prabowo Subianto di APEC 2025 menilai kerja sama multilateral menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi kawasan. APEC, katanya, harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi dirasakan semua pihak tanpa meninggalkan satu pun perekonomian di belakang.

“Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan ini,” pungkasnya, menegaskan komitmen Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Selain memperkuat kerja sama global, pemerintah Indonesia juga terus memperluas akses digital bagi UMKM agar mampu menembus pasar ekspor. menjadi langkah penting dalam menghadapi persaingan ekonomi dunia yang semakin cepat.

Dengan komitmen terhadap tata kelola yang bersih dan transparan, Indonesia menegaskan tekadnya membangun ekonomi nasional yang kuat dan berintegritas. Upaya ini diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di forum ekonomi internasional seperti APEC.

Baca Juga:  Usulan Tambang Parigi Moutong Batal, Bupati Erwin Respons Suara Masyarakat

IWAN

Advertisement