Tolitoli, MediaPalu — Proyek irigasi Binontoan di Desa Gio, Tolitoli, Sulawesi Tengah, disorot setelah 300 petak sawah tidak teraliri air selama tiga musim tanam.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Tolitoli periode 2019–2024 dari Partai Amanat Nasional, Moh. Mubarak, menyoroti proyek perbaikan irigasi Binontoan yang berada di bawah kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). Ia menilai perbaikan yang dilakukan belum menyentuh persoalan utama di lapangan.
Dalam kunjungannya ke Desa Gio dan Binontoan, Mubarak menemukan sedikitnya tiga titik kerusakan parah pada saluran sekunder. Kerusakan tersebut disebut menjadi penyebab tidak mengalirnya air ke ratusan petak sawah selama tiga musim tanam terakhir.
Ia mengaku terkejut melihat kondisi tersebut. Sebelumnya, ia menerima informasi bahwa irigasi Binontoan telah masuk dalam daftar usulan perbaikan dan memperoleh alokasi anggaran.
“Kalau melihat kondisi sekarang, ini belum menyentuh persoalan utama. Padahal informasinya sudah ada anggaran perbaikan,” ujar Mubarak kepada media, Minggu 15 Februari 2026.
Keresahan serupa disampaikan petani setempat. Asnar mengatakan kondisi sawah yang tak lagi teraliri air berpotensi menimbulkan ancaman krisis pangan di tingkat desa jika tidak segera ditangani.
“Sudah tiga kali musim panen kami tidak bisa menanam. Sawah hanya jadi lahan rumput. Kalau terus begini, warga bisa kelaparan,” keluh Asnar.
Menurut Asnar, petani tidak menuntut perbaikan permanen dalam waktu dekat. Mereka hanya meminta penanganan darurat di tiga titik kerusakan agar air kembali mengalir ke lahan persawahan.
TIM





