Senin, 22 Juni 2026

Gempa Susulan Sigi Tembus 1.108 Kali, BMKG Catat 47 Kali Dirasakan Warga

Peta sebaran gempa susulan pascagempa M6,7 di Sigi, Sulawesi Tengah, berdasarkan pemantauan Stasiun Geofisika Kelas I Palu hingga 20 Juni 2026.
Peta sebaran gempa susulan M6,7 Sigi menunjukkan konsentrasi aktivitas seismik di sekitar Sesar Sausu. Hingga 20 Juni 2026, BMKG mencatat 1.108 gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,3. Foto: BMKG
Advertisement

PALU, MediaPalu.com – Aktivitas gempa susulan pascagempa utama berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang pada 16 Juni 2026 masih terus berlangsung. Hingga Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 18.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mencatat sebanyak 1.108 gempa susulan telah terjadi.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Kelas I Palu diperoleh media ini, Sabtu 20 Juni 2026, sebanyak 47 gempa susulan di antaranya dirasakan masyarakat. Magnitudo terbesar yang tercatat mencapai M5,3, sedangkan magnitudo terkecil M1,4.

Sebaran episenter gempa susulan masih terkonsentrasi di sekitar zona Sesar Sausu yang menjadi sumber gempa utama. Rangkaian aktivitas seismik tersebut tersebar di wilayah , Palu, hingga kawasan sekitarnya.

Grafik frekuensi gempa susulan menunjukkan aktivitas tertinggi terjadi pada 16 Juni 2026 dengan 255 kejadian dalam rentang 12 jam pertama setelah gempa utama. Jumlah gempa kemudian cenderung menurun, meski pada beberapa periode masih terjadi peningkatan aktivitas.

Pada 17 Juni, BMKG mencatat 278 kejadian gempa susulan. Selanjutnya, 18 Juni tercatat 151 kejadian, sedangkan pada 19 Juni terdapat 164 kejadian. Hingga 20 Juni pukul 18.30 WIB, jumlah gempa susulan yang terekam sebanyak 34 kejadian.

Peta sebaran gempa susulan memperlihatkan sebagian besar pusat gempa berada pada kedalaman dangkal. Sebagian besar gempa berkekuatan di bawah Magnitudo 5,0, sementara beberapa gempa dengan magnitudo lebih dari 5,0 juga sempat terjadi selama periode pemantauan.

Gempa utama M6,7 terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA. Episenternya berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG menyatakan gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Sausu dan tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. diminta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

NURDIN

Advertisement