Senin, 20 April 2026

Mudik Lebaran 2026, Polisi Petakan Jalur Rawan Kecelakaan di Sulawesi Tengah

Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah Agung Try Widiantoro saat menjelaskan kesiapan mudik Lebaran 2026.
Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Agung Try Widiantoro, menyampaikan kesiapan pengamanan arus mudik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2026. Foto: Istimewa
Advertisement

, MediaPalu — Mudik Lebaran 2026 di (Sulteng) mulai diantisipasi oleh kepolisian setempat melalui pemetaan jalur rawan kecelakaan serta penempatan personel di sejumlah titik strategis menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktur Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Agung Try Widiantoro, mengatakan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran selalu menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan dan risiko kecelakaan di jalan raya.

Menurut Agung, tradisi mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momentum dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan kesiapan lalu lintas secara menyeluruh.

“Setiap menjelang Idul Fitri, mobilitas masyarakat meningkat tajam. Dari perspektif keselamatan lalu lintas, ini menjadi perhatian serius agar perjalanan mudik tetap aman dan lancar,” ujarnya dalam podcast Presisi Polda Sulteng, Rabu 11 Maret 2026.

Dalam menghadapi Mudik Lebaran 2026, Ditlantas Polda Sulteng telah memetakan sejumlah jalur utama antarkabupaten yang dinilai memiliki potensi rawan kecelakaan maupun kemacetan, termasuk titik-titik yang selama ini menjadi pusat pergerakan kendaraan saat arus mudik.

Baca Juga:  Tampilan Akun Peserta PPPK Menghilang, Ini Penjelasan BKD Sulteng

Selain pemetaan jalur rawan kecelakaan, kepolisian juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur utama mudik. Pos tersebut akan difungsikan sebagai pusat informasi, pelayanan, sekaligus tempat istirahat bagi pengendara.

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, dinas perhubungan, tenaga kesehatan, serta unsur TNI guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama musim mudik.

Advertisement

Agung menegaskan, salah satu fokus utama pengamanan adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas yang umumnya meningkat saat volume kendaraan bertambah.

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, kecelakaan sering dipicu oleh pengendara yang memaksakan perjalanan dalam kondisi lelah, kurang memeriksa kendaraan, atau mengabaikan aturan lalu lintas.

Karena itu, masyarakat diimbau mempersiapkan kendaraan sebelum berangkat, memastikan kondisi fisik tetap prima, serta berhenti beristirahat apabila merasa lelah selama perjalanan.

Bagi pengguna sepeda motor, polisi juga meminta agar tidak membawa muatan berlebihan dan tetap menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar.

“Keselamatan adalah yang utama. Jangan memaksakan perjalanan jika lelah. Gunakan perlengkapan keselamatan dan patuhi aturan lalu lintas,” kata Agung.

Baca Juga:  Kenali Gejala Sumbatan Jantung Sebelum Terlambat

Ia berharap Mudik Lebaran 2026 di Sulawesi Tengah berlangsung aman, tertib, dan memberi kenyamanan bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

MARDISON

Advertisement