Kamis, 16 Juli 2026

Pemkab Parigi Moutong Siapkan Aktivasi Kembali SIKIM Kelapa Terpadu

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase memimpin audiensi membahas pengoperasian kembali SIKIM Kelapa Terpadu.
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menerima audiensi PT Berkah Maju Global untuk membahas rencana pengoperasian kembali Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara. Foto: Pemkab Parimo
Advertisement

Parigi Moutong, MediaPalu.com – Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menerima audiensi untuk membahas rencana pemanfaatan Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Kelapa Terpadu di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Senin (6/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati itu turut dihadiri Kepala Bappelitbangda Irwan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Fit Dewana, Kepala Bagian dan Perundang-undangan Moko Ariyanto, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dadan Priatna Jaya.

Erwin mengatakan daerah membuka peluang kerja sama agar Terpadu yang telah berhenti beroperasi selama sekitar empat tahun dapat kembali dimanfaatkan.

“Prinsipnya kerja sama harus memberikan manfaat bagi semua pihak. Investor mendapatkan kepastian berusaha, daerah memperoleh manfaat, dan masyarakat ikut merasakan dampaknya,” kata Erwin.

Menurut dia, sebelum kerja sama dilakukan, pemerintah daerah akan memastikan kondisi aset melalui peninjauan lapangan. Tim teknis diminta memeriksa kelayakan bangunan, jaringan listrik, ketersediaan air, drainase, sanitasi, hingga fasilitas pengolahan limbah.

Baca Juga:  Pemerintah Parigi Moutong Dorong Penguatan Organisasi APJI Baru

Erwin menegaskan pembahasan kerja sama hanya difokuskan pada pemanfaatan aset yang dapat digunakan kembali, sedangkan persoalan hukum yang masih berjalan akan diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Advertisement

Selain itu, pemerintah daerah meminta skema kerja sama disusun secara proporsional, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta memberikan manfaat bagi pemerintah daerah maupun investor.

Salah satu syarat yang ditekankan adalah keterlibatan masyarakat dalam operasional kawasan industri tersebut.

“Kami berharap perusahaan memprioritaskan lokal dan menyerap hasil kelapa petani di Parigi Moutong sebagai bahan baku. Dengan begitu, keberadaan SIKIM tidak hanya menggerakkan industri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erwin.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong Fit Dewana mengatakan tim teknis akan menyusun rancangan kerja sama setelah peninjauan lapangan selesai dilakukan. Dokumen tersebut akan menjadi dasar penandatanganan kerja sama pengelolaan SIKIM Kelapa Terpadu.

ADV-MP

Advertisement