Kamis, 8 Oktober 2026
Daerah  

Dari Bantuan Sembako hingga Hunian Permanen, Erwin Burase Tangani Dampak Banjir Toribulu

Dari Bantuan Sembako hingga Hunian Permanen, Erwin Burase Tangani Dampak Banjir Toribulu
Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menyerahkan bantuan sembako kepada salah seorang warga terdampak banjir di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026). Penyaluran bantuan menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap bencana yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026. Foto: Pemkab Parigi Moutong
Advertisement

Erwin Burase menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak sekaligus meninjau kondisi masyarakat di Kecamatan Toribulu, pada Rabu, 7 Oktober 2026.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak banjir pada 25 dan 27 September 2026.

Berdasarkan hasil pendataan, sebanyak 191 Kepala Keluarga (KK) terdampak di enam di Kecamatan Toribulu. Enam desa tersebut, yakni Tomoli Utara sebanyak 70 KK, Toribulu Selatan 35 KK, Singura 30 KK, Sibalago 25 KK, Sienjo 15 KK, dan Tomoli Selatan 16 KK.

Bantuan sembako yang diserahkan pemerintah merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah terdampak banjir.

Usai menyerahkan bantuan di Desa Tomoli Utara, Erwin bersama rombongan melanjutkan peninjauan ke Desa Sibalago. Di desa tersebut, ia melihat langsung kondisi warga yang hingga kini masih menempati lokasi pengungsian akibat bencana banjir yang terjadi pada 2024.

Masih terdapat delapan KK yang menempati lokasi pengungsian. Sebagian tenda bahkan digunakan oleh lebih dari satu KK.

Baca Juga:  Istri Dibakar Suami di Palu, Korban Meninggal Dunia

Erwin berdialog dengan warga untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. Dalam dialog tersebut, ia mendapat informasi mengenai warga yang sedang sakit dan membutuhkan perhatian, terutama dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Pemerintah kemudian menyerahkan bantuan tambahan berupa tenda dan sarung serta menyediakan mesin pompa air untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga. Kebersihan dan kesehatan masyarakat di lokasi pengungsian juga menjadi perhatian dalam penanganan kondisi tersebut.

Kondisi warga yang telah cukup lama berada di pengungsian menjadi perhatian Erwin. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong kini menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian permanen bagi warga yang terdampak.

Advertisement

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, kata Erwin, akan membantu pembangunan rumah permanen bagi warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan dan menganggarkan pembebasan lahan seluas 37 x 40 meter untuk pembangunan hunian tersebut.

“Pemerintah provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih berada di pengungsian bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.

Baca Juga:  Kementerian ESDM Cabut Izin 15 Perusahaan Tambang di Sulteng

Erwin mengatakan pembangunan rumah permanen tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui proses tender. Ia berharap pembangunan dapat dilaksanakan secepatnya sehingga warga yang telah lama berada di pengungsian dapat segera menempati hunian yang lebih layak.

Selain menangani dampak banjir, Erwin memerintahkan OPD teknis memperkuat langkah antisipasi agar bencana serupa tidak terus berulang. Menurut dia, curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Parigi hingga Kasimbar menyebabkan banjir terjadi berulang di sejumlah wilayah.

“Ini saya minta kepada OPD teknis, Badan Bencana dan juga PU untuk melihat masalahnya, mengantisipasi dari awal agar kejadian banjir ini tidak terjadi berulang-ulang,” katanya.

Menurut Erwin, penanganan bencana tidak hanya dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi harus disertai langkah antisipasi dan mitigasi sejak dini.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana lainnya, termasuk kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Kondisi di sejumlah wilayah Parigi Moutong saat ini berbeda. Sebagian wilayah mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir, sementara wilayah lainnya menghadapi kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih.

Baca Juga:  Motoprix Regional Sulawesi 2025 Resmi Digelar di Palu, 179 Starter Panaskan Sirkuit Panggona

Karena itu, Erwin menekankan pentingnya edukasi dan kepada masyarakat, termasuk anak-anak sekolah. Saat bencana terjadi, keselamatan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu-ibu harus menjadi prioritas.

ADV-MP

Advertisement