Kamis, 9 Juli 2026
Daerah  

Parigi Moutong Peringati Harganas, Abdul Sahid Tekankan Ketahanan Keluarga

Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid memimpin upacara Hari Keluarga Nasional ke-33.
Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di Halaman Kantor Bupati Parigi Moutong sebagai momentum memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan sumber daya manusia. Foto: Pemkab Parimo
Advertisement

Parigi Moutong, MediaPalu.com memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan menggelar upacara di Halaman Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (29/6/2026).

Upacara dipimpin Wakil Bupati dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala , penyuluh keluarga berencana (KB), kader Tim Pendamping Keluarga, serta sejumlah organisasi perempuan.

Dalam kesempatan itu, Abdul Sahid membacakan sambutan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ().

Ia menegaskan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Ketangguhan keluarga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan. Keluarga yang kuat menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” kata Abdul Sahid membacakan sambutan Menteri.

Dalam sambutan tersebut dijelaskan bahwa keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, perkembangan teknologi digital, perubahan sosial, hingga berbagai ancaman terhadap tumbuh kembang anak.

Abdul Sahid menilai pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari keluarga melalui pengasuhan yang berkualitas sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dewasa.

Terdapat tiga pilar utama yang menjadi fokus pembangunan keluarga, yaitu peningkatan kesehatan keluarga melalui pencegahan stunting, penguatan pendidikan karakter sejak dini, serta pembangunan ketahanan mental dan spiritual anak.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Kehadiran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang membangun karakter, memberikan perhatian, dan menjadi teladan bagi anak.

Selain itu, keluarga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang melibatkan remaja, seperti kekerasan, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.

“Benteng pertahanan terbaik untuk melindungi anak-anak dari berbagai ancaman tersebut adalah keluarga yang harmonis, kuat, dan penuh kasih sayang,” ujarnya.

ADV-MP

Advertisement