Parigi Moutong, MediaPalu – Parigi Moutong masuk dalam rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Korem dan Kantor Detasemen Polisi Militer (Denpom) sebagai bagian dari penguatan struktur TNI di Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan hibah di tiga lokasi berbeda.
Peninjauan langsung dilakukan Pangdam XXIII/Palaka Wira, Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, saat kunjungan kerja ke Parigi Moutong, Rabu 18 Februari 2026. Tahap ini menjadi bagian dari verifikasi kesiapan lahan sebelum pembangunan dilanjutkan sesuai mekanisme organisasi TNI.
Rencana pembangunan tersebut muncul setelah berdirinya Kodam di Palu. Sesuai ketentuan, Korem tidak dapat berada dalam satu areal dengan Kodam sehingga perlu penyesuaian lokasi.
“Karena sudah ada Kodam di sana, sesuai ketentuan tidak boleh berada dalam satu areal, sehingga Korem harus mengalah,” ujar Mayjen Jonathan.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyiapkan tiga lokasi untuk mendukung rencana pembangunan tersebut. Di Desa Bambalemo, disiapkan lahan sekitar 0,5 hektare untuk Kantor Denpom. Sementara itu, lahan kurang lebih 4 hektare di Desa Jono Kalora diproyeksikan untuk asrama Korem. Adapun di Desa Pelawa Baru, kawasan Sail Tomini, disediakan lahan sekitar 3,5 hektare untuk pembangunan Mako Korem.

Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama Wakil Bupati Abdul Sahid mendampingi peninjauan tersebut. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan mendukung penguatan infrastruktur pertahanan wilayah.
Sejumlah warga menyambut positif rencana pembangunan tersebut. Mereka menilai kehadiran Korem dan Denpom di Parigi Moutong tidak hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar lokasi pembangunan.
“Dengan adanya Korem dan Denpom, semoga keamanan semakin baik dan ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” kata Fadli, warga setempat.
Proses verifikasi lahan saat ini tengah berlangsung sebagai tahapan awal sebelum masuk ke proses lanjutan.
RED





