Sebanyak 163 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tadulako (Untad) memulai Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di empat kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada 12 Oktober hingga 12 November 2026. Kegiatan ini berfokus pada pengkajian masalah kesehatan masyarakat, termasuk stunting serta kesehatan ibu dan anak.
Keempat kecamatan yang menjadi lokasi PBL adalah Siniu, Ampibabo, Toribulu, dan Kasimbar. Selama satu bulan, mahasiswa diharapkan mengidentifikasi persoalan kesehatan di wilayah tersebut sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemenuhan gizi, pencegahan penyakit, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta kesehatan lingkungan.
Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, menerima dan melepas para mahasiswa tersebut mewakili bupati di Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin 12 Oktober 2026. Program ini merupakan kerja sama FKM Untad dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong untuk mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutan bupati yang dibacakannya, Zulfinasran mengatakan mahasiswa perlu memahami kondisi sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi masyarakat saat mengkaji persoalan kesehatan. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, menurut dia, perlu diterapkan dengan melihat langsung kondisi di lapangan.
“Masyarakat yang sehat adalah modal utama untuk membangun daerah yang maju, produktif, dan sejahtera. Namun, persoalan kesehatan tidak bisa diselesaikan sendirian oleh pemerintah atau tenaga medis. Dibutuhkan sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Zulfinasran.
Melalui PBL tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengenali akar persoalan kesehatan di desa dan merumuskan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan warga. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk menerapkan ilmu kesehatan masyarakat melalui pengamatan dan edukasi langsung.
Zulfinasran meminta mahasiswa menyesuaikan diri dengan karakteristik masyarakat setempat serta menjalin komunikasi dengan pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, agama, serta pemuda. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di setiap wilayah.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
“Pembangunan daerah membutuhkan kombinasi tiga pilar: kebijakan dari pemerintah, riset dan sumber daya akademik dari perguruan tinggi, serta kearifan lokal dari masyarakat. Jadikan PBL ini momentum memperkuat kolaborasi yang berkelanjutan antara FKM Untad dan Pemkab Parigi Moutong,” katanya.
Kegiatan penerimaan dan pelepasan mahasiswa tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappelitbangda Irwan, para camat, kepala puskesmas, kepala desa di lokasi sasaran, serta Ketua Program Studi S-1 Kesehatan Masyarakat FKM Untad Palu dan dosen pembimbing lapangan.
RED-MP





